Album Senang-senang Dari Missigareth

Bila semangat D.I.Y (Do It Yourself) diartikan sebagai semangat kemandirian untuk mengerjakan segala sesuatu dengan sendiri tanpa bergantung pada orang/pakem tertentu, maka album ini adalah 100% memiliki semangat itu. Missigareth, unit musik alternatif di skena lokal Padang, mungkin memang tidak ambil pusing dengan perwujudan karya-karya mereka yang cukup sederhana ini.

Betapa tidak, rilisan fisik perdana mereka yang berformat EP ini dikemas dengan sentuhan tangan yang begitu kental. Sebuah kertas karton manila berwarna coklat muda menyampul album ini. Artwork balita yang tengah menangis sembari memegang ipod menjadi wajah depan album mini yang terbit tahun 2014 ini. Di bagian belakang, ragam tracklist dan sebagainya ditulis dengan tulisan tangan yang saya yakini adalah coret-coretan langsung dari personil mereka.

Album EP Kalian Tidak Akan Suka Ini Jadi Tidak Usah Dibeli milik Missigareth, band indie rock Padang. (foto oleh Aldo Fenalosa/PADANGONSTAGE.COM)

Album EP Kalian Tidak Akan Suka Ini Jadi Tidak Usah Dibeli milik Missigareth, band indie rock Padang. (foto oleh Aldo Fenalosa/PADANGONSTAGE.COM)

Melalui tajuk album Kalian Tidak Akan Suka Ini Jadi Tidak Usah Dibeli, band yang dibentuk sejak tahun 2009 ini seperti berpesan bahwa jangan berharap apa-apa dari rilisan tersebut. Saya mengartikan premis yang diwacanakan oleh band ini sebagai bentuk tindakan mereka bersuara dengan bebas dalam bermusik, bak bayi yang hanya tahu menangis ataupun tertawa saat merespon sesuatu. Track pembuka seakan mengamini hal ini. Dai, sang vokalis berseru di track berjudul Aaakkkkkk!!

Aku hanya sedikit berantakan
Tapi tidak terlalu nakal
Jadi duduklah dengan tenang
Bila tak kunjung jua terapikan
Ambil langkah palingkan wajah tinggalkan aku dengan tenang

Ada 6 track di dalam album mini ini, yaitu Aaakkkkkk!! (01), Mr. Right Mr. Bla,,bla,,bla (02), Kau Tak Perlu Tahu Kau Cuma Harus Bahagia (03), Tetap Tenang(04), Silly Cloud Will Make All The Girl In The World Cry For Their Boyfriend (05), dan Goodbye Good Boy (06). Kumpulan track tersebut adalah single-single yang telah mereka keluarkan semenjak kemunculan pertama di skena lokal pada 6 tahun lalu.

Semangat berbalut kesederhanaan Missigareth untuk album Kalian Tidak Akan Suka Ini Jadi Tidak Usah Dibeli ini mengingatkan saya pada kisah Ucok Homicide saat berusaha menyebarluaskan album legendaris berjudul Barisan Nisan. Saat album itu belum populer, Ucok menjualnya secara langsung di depan sebuah toko buku yang ada di sudut kota Bandung. Dengan berdiri di dekat pintu masuk, ia menawarkan album, yang kala itu ada di dalam kopian CD-R, dari tangan ke tangan tanpa preambule promosi apapun. Begitu D.I.Y.

Missigareth, dalam beberapa hal juga selaras dengan itu. Mereka tidak mengkhususkan dalam sebuah sesi untuk melaunching album ini. Tak perlu desain cakram CD yang megah. Mereka juga hanya meninggalkan nomor kontak di akun twitter @Missigareth bagi yang penasaran dengan album ini.

Sejatinya, 6 track yang dikemas di dalam EP ini adalah saksi sejarah perjalanan dan masa transisi formasi ditubuh Missigareth selama 6 tahun ke belakang. Di awal 2011, Dai memutuskan untuk meninggalkan band tersebut. Dai pergi, namun band ini tetap melangkah meski hanya menyisakan Yandra (gitar), Neo (bass), dan Wanstep (drum). Untuk mengisi kekosongan vokal, Yandra didaulat menjadi vokalis kala itu.

Di penguhujung 2011, Missigareth mendapat amunisi baru dengan sodoran tenaga dari Cacing yang mengisi pos gitar. Setelah itu mereka kembali bergeliat dengan menelurkan Aaakkkkkk!!, Tetap Tenang, Kau Tak Perlu Tahu Kau Cuma Harus Bahagia. Tiga track ini dikembangkan dari tiga track lama yang berbahasa Inggris, dan disegarkan dengan lirik-lirik baru berbahasa Indonesia. Geliat ini seakan menegaskan Missigareth belum habis meski sempat diwarnai cerita perpisahan. Track berjudul Tetap Tenang bisa menjadi gambaran keadaan Missigareth kala itu, seperti potongan liriknya “Kita kan retas jalan pulang, ooh ini sedikit berbeda tanpa ada aroma surga, jadi tetap tetap tenang.“.

Yang paling membuat saya memilih album ini sebagai salah satu isi playlist di pemutar lagu pribadi saya adalah karena kecenderungan lirik-lirik yang positif meskipun mereka mengusung genre alternatif dengan spesifikasi garage rock yang biasanya selfish, rebel, dan bebal. Seruan-seruan semangat mendominasi vokal yang saat ini diisi kembali oleh Dai. Dalam judul Mr. Right Mr. Bla,,bla,,bla misalnya,“Oh, Mr. right Mr. bla,,bla,,bla, move your body right now, bring the heaven the other way“, dimana anak-anak pengagum Kurt Cobain ini mengajak untuk tidak berdiam diri menghadapi permasalahan.

Bila mana sebuah band memiliki kebebasan atas penciptaan karya-karya mereka, niscaya kesenangan maksimal akan mereka dapat. Inilah yang saya rasa dari setiap track di Kalian Tidak Akan Suka Ini Jadi Tidak Usah Dibeli. Mereka begituenjoy memainkan sound-sound kasar ala garage yang dikemas dengan semangat positif di lirik-liriknya. Album ini sukses menularkan semangat dari kesenangan tersebut pada saya. (teks oleh Aldo Fenalosa/PADANGONSTAGE.COM)

*Artikel ini sebelumnya terbit di edisi cetak zine PADANG ON STAGE edisi #1 di bulan Agustus 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *