#12thMatraman Berdansa Resah Seolah 2004

The Upstairs dalam formasi baru, Sabtu (26/3/2016) malam. (Foto oleh Addil Anara/PADANGONSTAGE.COM)

The Upstairs dalam formasi baru, Sabtu (26/3/2016) malam. (Foto oleh Addil Anara/PADANGONSTAGE.COM)

Lengkap sudah perayaan 12 Tahun Matraman. Carburator Spring di selatan Jakarta dipenuhi segala macam ornamen dan warna khas album Matraman, mulai dari pintu masuk sampai panggung pertunjukan. Modern Darlings menggunakan atribut andalan, sebagian lainnya membawa bunga mawar. Semua serba The Upstairs. Sabtu (26/3/2016) malam itu, band ini seakan mengulangi kecemerlangan kerajaan panggung pensi mereka di era awal milenium ketiga yang bergaung hampir ke berbagai skena dan anak-anak muda, bahkan para remaja di Kota Padang.

Line-up yang memang tak perlu diragukan lagi. Tidak tanggung-tanggung, kelompok pop enerjik muda asal kota Medan, Pijar, dihadirkan untuk membuka hajatan mini konser 12 Tahun Matraman. Begitu juga Hightime Rebellion dengan beat yang begitu catchy memberi kejutan. Juga The Sastro yang menyajikan beberapa nomor lagu “Plazamaya” dan “Lari 100%”, menggoda para penonton untuk sing along. Kespesialan lain dari hajatan ini adalah suguhan nostalgia nomor-nomor lagu andalan Club Eighties yang menjawab kerinduan para penonton. Pun Goodnight Electric, dengan setlist andalannya mengajak penonton melakukan pemanasan di lantai dansa. Rombongan yang memang pas mengantarkan para Modern Darlings mengembalikan masa jaya album Matraman, yang menurut Henry Foundation adalah salah satu album influencial-nya.

“Siapa yang denger Matraman pas SMP?” Ricky Malau sebagai pembuka penampilan The Upstairs dengan spontan bertanya. Tidak sedikit dari penonton menjawab bahwa mereka sudah menyimak album seminal ini sejak bangku SD. Membuktikan Matraman memang layak untuk dibuatkan hajatan.

Penonton tumpah ruah ketika The Upstairs memulai penampilan dengan nomor lagu “Anarki”. Modern Darlings mulai berdansa resah. Nomor lagu wajib mulai dari “Apakah Aku Berada di Mars”, “Terekam Tak Pernah Mati”, “Dansa Akhir Pekan” sampai “Antah Berantah” dimainkan.

Formasi baru The Upstairs terbukti memberikan energi baru. Lagu “Percakapan” dinyanyikan Jimi Multhazam yang berdarah Minang bersama Rebecca (yang juga vokalis dari Bite) menjadi himne romantis para Modern Darlings. Pertunjukan yang membuktikan bahwa riuhnya penonton memberikan asupan energi tambahan kepada para idola mereka di panggung. Kubil terlihat sesekali menyeringai melihat dansa resah Modern Darlings yang begitu bersemangat. Tentunya “Matraman” menjadi nomor penutup hajatan 12 Tahun Matraman. Modern Darlings  berdansa seakan tak mau mengakhiri perjumpaannya dengan sang idola.

Semua bernyanyi tanpa terkecuali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *