Gig yang Bikin Baper Ala Endah N Rhesa

Ada sejumlah nama pasangan suami istri yang tergabung dalam sebuah band atau sekadar pasangan duet, namun tidak banyak yang hadir dalam formasi duo. Dalam skena independen internasional mungkin salah satunya adalah Tennis, band yang dibentuk oleh pasangan suami istri Patrick Riley dan Alaine Moore pada tahun 2010. Sedangkan di dalam negeri kita mengenal nama Endah N Rhesa yang berdiri di panggung sejak tahun 2004. Sang istri, Endah Widiastuti adalah gitaris sekaligus vokalis. Sang suami, Rhesa Aditya, menempati posisi bassis. Duo bergenre folk, blues, dan ballad ini telah merilis empat album di bawah label Demajors sejak tahun 2009.

Sabtu (27/08/2016) lalu, suami istri yang bermukim di Pamulang – Tangerang Selatan ini hadir di Kota Padang untuk agenda Road To Soundrenaline 2016. Mereka dijadwalkan bermain setelah sejumlah band lokal tampil terlebih dahuli. Brivera Sky Garden & Bistro yang berada di rooftop salah satu pusat perbelanjaan kawasan Padang Utara dipilih sebagai venue-nya. Namun karena kapasitas tempat yang terbatas, penonton harus memiliki invitation yang diperoleh melalui proses reservasi.

Rangik Mangganas adalah band lokal pertama yang membuka acara malam itu. Duo akustik ini tampil sekitar pukul 20.20 WIB dan membawakan 10 lagu. Harry (gitaris) dan Romario (vokalis, saluang) meng-cover lagu-lagu populer dalam nuansa akustik dan etnik, diantaranya adalah lagu “Perfect” (Simple Plan), “Fix You” (Coldplay), “Sephia” (Sheila on 7) hingga “Spirit Carries On” (Dream Theater). Selepas Rangik Mangganas, band lokal Staircase tampil sekitar pukul 21.40 WIB. Mereka membawakan lagu-lagu dari Arctic Monkey, The Strokes dan The Beatles.

Mendekati pukul 23.00 WIB, Endah N Rhesa bersiap-siap tampil ke panggung. Penonton perlahan-lahan memenuhi bagian depan panggung dan duduk manis menantikan hadirnya pasangan ini. Sesaat setelah MC menyebut nama mereka, Endah N Rhesa yang malam itu tampil dengan outfit senada (putih, merah hati, dan coklat) naik ke panggung sambil mulai memainkan instrumen di tangan.

Lagu pertama mereka malam itu adalah “Blue Day” yang merupakan salah satu lagu dari album debut, “Nowhere To Go”. Permainan gitar dan bass yang dinamis serta aksi panggung yang atraktif langsung mengundang decak kagum dari penonton. Meskipun mungkin masih asing dengan lagu ini, namun penonton tampak tidak dapat mengalihkan perhatian dari duo ini.

Setelah menyapa penonton dan menyatakan kegembiraan mereka tampil di Padang, Endah N Rhesa membawakan lagu dari album “Escape”, “No Tears From My Eyes”. Di satu waktu, Rhesa mundur ke belakang dan mengiringi Endah memainkan gitar solo yang membuat penonton seakan-akan lupa bernafas. Saat Endah mengakhiri permainannya dan kembali ke posisi awal, penonton bersorak riuh dan bertepuk tangan. Daftar lagu malam  itu dilanjutkan dengan lagu “Wish You Were Here”, lagu tema dari film Raditya Dika (Cinta Dalam Kardus), “Just Tonight” dan “Uncle Jim”. Setelahnya mereka membawakan lagu “Untuk Dikenang” yang diambil dari album Pongki Barata, “Meet The Stars”.

Signature pose ala Endah N Rhesa mengentalkan romansa dalam gig mereka di Padang. (Foto oleh: Ihsan Maulana/PADANGONSTAGE.COM)

Signature pose ala Endah N Rhesa mengentalkan romansa dalam gig mereka di Padang. (Foto oleh: Ihsan Maulana/PADANGONSTAGE.COM)

Kala di panggung, band ini juga acapkali memperlihatkan sebuah signature pose. Endah dan suaminya menyebut pose itu sebagai “adegan suami istri”, dimana Rhesa memainkan gitar sang istri seakan-akan memeluknya dari belakang. Bagi orang-orang yang kerap mengikuti perjalanan musik mereka, barangkali adegan mesra ini sudah tak asing lagi. Sabtu malam lalu, signature pose itu tampak saat lagu “Baby Its You” dimainkan.

Hits berjudul “When You Love Someone” tak ketinggalan turut dimainkan. Saat membawakan lagu ini, penonton ber-sing along riuh rendah mengikuti sang vokalis. Malam itu, cukup banyak lagu yang dibawakan oleh pasangan ini. Dan sebelum membawakan lagu penutup, mereka menyanyikan sebuah lagu yang dikomposisikan free style, improvisasi. Endah menyebut lagu ini sebagai lagu promosi dan ucapan terima kasih pada crowd malam itu. Banyak lirik yang mengundang gelak tawa penonton, salah satunya adalah saat Endah mengungkapkan bahwa ia sering disangka sebagai vokalis Ungu.

Lagu ke-sepuluh sekaligus lagu penutup malam itu adalah “Liburan Indie”. Penonton menikmati lagu bernuansa ceria ini hingga akhirnya lampu panggung padam dan duo dibawah manajemen REI Project ini kembali ke backstage. Di sana, mereka bersiap untuk mengadakan sesi tanda tangan dan berfoto bersama fans.

Bagi penikmat musik folk, gig itu rasanya sayang sekali untuk dilewatkan. Endah N Rhesa secara langsung membuktikan kualitas musik mereka dan menyelinginya dengan berbagai gimmick, membuat panggung malam itu sangat menyenangkan. Sebagian lagu yang mereka mainkan memang bertema romansa, namun menurut saya aksi panggung pasangan suami istri inilah yang membuat penonton tak henti berucap “baper…”. Lovey dovey overload!

*Teks kontribusi dari Anshari Rahmi, music blogger yang meyakini bahwa ia akan terserang penyakit gila jika tidak mendengarkan musik. Memiliki motto “lebih baik menguyah daripada bergosip”. Sedang terobsesi dengan cuka apel, Shiina Ringo, dan pre-code movie. Ia bisa ditemui di Instagram @ansharirahmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *